Kuatkan Pondasi Sejarah Lokal, Mataseger Ajak Anak Muda Gresik Gemar Lakukan Ini


Gresik24jam - Yayasan Masyarakat Pecinta Sejarah dan Budaya Gresik (Mataseger) menggelar menulis sejarah lokal dan membedah buku bersama anak-anak muda penghobi menulis. Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang sejarah dan budaya literasi.

Ketua Yayasan Mataseger, Kris Adji AW, mengatakan kearifan lokal harus dipertahankan dengan menulis peninggalan sejarah di masing-masing desa sehingga anak-anak muda dapat mengetahui sejarah desanya.

"Sekarang ini banyak literasi digital yang kurang memperhatikan sejarah lokal. Padahal, kearifan lokal perlu dilestarikan," kata Adji, dalam pembukaan launching dan bedah buku 'Sang Gresik Bercerita Lagi' di aula Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Gresik, Senin (30/4/2018).

Adji mencontohkan dalam buku 'Sang Gresik Bercerita Lagi' berisi sejarah tentang Raja Demak Jawa Tengah Raden Patah, kakek dan Ibunya dari Gresik.

"Siapa sangka, Raden patah, Raja Demak, itu kakek dan ibunya berasasal dari Gresik. Itu ada sejarahnya. Bahwa Gresik ini merupakan kota tua," sambungnya.

Adji mengajak kepada seluruh anak-anak muda untuk gemar menulis dan membaca sejarah agar mempunyai pondasi kuat dalam sejarah.

"Kita besar dari sejarah dan kearifan lokal. Dengan munculnya literasi digital ini kita kan bisa terhindar dari hal-hal yang negatif," jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik, Siti Jaiyaroh, menambahkan saat ini semangat literasi harus ditingkatkan agar anak-anak bisa mengetahui sejarah lokal.

"Kita butuh buku anak-anak yang khas lokal Gresik supaya anak-anak tidak lari ke gadget," imbuh Siti Jaiyaroh.

Sumber : surabaya.tribunnews.com

Jangan lupa share di akun sosmedmu yah..
Terima kasih telah berkunjung ke Gresik 24 Jam.
Facebook Page: Gresik 24 Jam
Instagram: @gresik24jam

Subscribe to receive free email updates: