Bupati Gresik Pastikan Relokasi Pasar Baru Sebelum Puasa

gresik24jam.net

Gresik24jam - Meski masih banyak masalah, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memastikan peresmian Pasar Baru Gresik di Jl Gubernur Suryo dilaksanakan sebelum Bulan Ramadan. Hal ini disampaikan bupati saat memberikan pengarahan dan penetapan relokasi pedagang Pasar Baru Gresik berlangsung di Ruang Mandala Bakti Praja, Rabu (2/5) kemarin.

Bupati yang hadir bersama Wakil Bupati Gresik, Muhammad Qosim, Sekda Gresik Djoko Sulistio Hadi menyampaikan permohonan maaf kepada ratusan pedagang yang menghadiri acara itu. Bupati menyatakan Pemkab Gresik membangun pasar ini bukan untuk kepentingan pribadi selaku Bupati, Wakil Bupati atau pejabat.

”Pembangunan ini untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat agar lebih baik dan sejahtera. Jadi semua keputusan ini bukan keputusan kami pribadi, tapi keputusan pemerintahan yang didalamnya ada DPRD Gresik. Pembangunan Pasar Baru ini untuk menata agar lebih layak, lebih enak dalam jual beli,” katanya.

Namun demikian, masih ada pedagang yang belum terima terkait ukuran lapak yang sudah diatur oleh Pemkab Gresik. Ada 34 pedagang yang mengaku luas lapaknya kurang sesuai dengan yang diterima saat ini yaitu hanya 1,5 kali 1 meter. Padahal lapak terdahulu berukuran 1,5 kali 1,5 meter. Para pedagang itu menginginkan agar ukuran lapak diubah seperti ukuran terdahulu.

Mendapat keluhan pedagang itu, Bupati Sambari berjanji akan melakukan survei..Hari ini bersama pihak terkait yaitu Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan, Dinas PUTR, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Camat Gresik akan ke lokasi pasar

Sekda Gresik, Djoko Sulistio Hadi kepada Kepala Bagian Humas Suyono mengatakan, jumlah pedagang Pasar Baru Gresik yang sudah siap di relokasi sebanyak 299 pedagang. Sesuai Perda Nomor 4 tahun 2011 tentang jasa retribusi. Harga permeter stand yang dikenakan kepada pedagang yaitu Rp3.250.000 per meter persegi.

“Harga itu sudah berlaku sejak tujuh tahun yang lalu sampai sekarang tidak berubah. Yang jelas pemerintah tidak akan merugikan masyarakat. Pemerintah hanya ingin mengatur dan menertibkan, agar semuanya bisa tertib, nyaman, dan masyarakat sejahtera,” tandas Sekda.

Sementara Qodri (42) pedagang peracangan menyambut baik langkah yang diambil Bupati Sambari untuk melakukan survei. Pihaknya berharap agar keputusan yang diambil setelah survei dapat memberikan keuntungan baginya serta bagi pedagang semuanya. ”Saya akan mendukung apapun keputusan yang diambil pemerintah. Yang penting saya bisa berdagang kembali. Syukur-syukur bisa berdagang sebelum Bulan Ramadan,” harapnya. [eri]

Sumber : harianbhirawa.com

Jangan lupa share di akun sosmedmu yah..
Terima kasih telah berkunjung ke Gresik 24 Jam.
Facebook Page: Gresik 24 Jam
Instagram: @gresik24jam

Subscribe to receive free email updates: