Siti Fitriah Konsisten Kampanye Reduce, Reuse dan Recycle Sampah Gresik

Siti Fitriah Konsisten Kampanye Reduce, Reuse dan Recycle Sampah Gresik

Gresik24jam - Bagi para aktivis lingkungan di Gresik nama Siti Fitriah cukup populer. Ibu dua anak ini adalah salah satu orang yang konsisten mengkampanyekan peduli sampah kepada masyarakat di Kabupaten Gresik.

Fitriah mengaku bahwa dirinya adalah aktivis lingkungan, bukan orang bisnis sehingga dalam kampanyenya dia tidak terlalu mengedepankan nilai ekonomis sampah bekas, melainkan lebih kepada bagaimana masyarakat sadar untuk memilah sampah dari sumbernya.

Perempuan 39 tahun itu mengatakan ada tiga hal penting yang selalu dikampanyekan pada masyarakat, yakni Reduce, Reuse dan Recyle. Yang pertama adalah Reduce yakni sebelum menciptakan sampah bagaimana caranya untuk mengurangi.

“Kita sering membeli satu botol air mineral atau satu bungkus sabun sekaligus diberi kantong plastik. Nantinya plastik ini akan menjadi sampah. Kebiasaan ini yang harus dirubah. Jika tidak benar-benar diperlukan usahakan menolak pemberian kantong plastik dari toko. Kalau hanya air mineral ukuran 600 ml bisa kita masukan tas atau kita bawa dengan tangan,” katanya.

Kedua adalah Reuse, yakni menggunakan ulang sampah yang ada. Dia mencontohkan bahwa kita sering mendapat tempat makanan plastik dari saudara, tetangga atau teman kita yang sedang mempunyai hajat.

“Biasanya kan numpuk, dari pada nganggur kan bisa digunakan menanam tumbuhan. Selain bisa mengurangi kuota sampah serta memangkas sampah baru, juga bisa ngrit karena tak harus mengeluarkan biaya beli pot” ucap perempuan asal Lampung itu.

Yang ketiga adalah Recycle, ini yang menurut Fitriah banyak yang salah kaprah. Maksud recycle adalah benar-benar menggunakan bahan sampah bekas yang dijadikan produk baru yang lebih bermanfaat.

Salah satu pendiri Bank Sampah Meduran Gresik itu mengungkapkan bahwa banyak anggota bank sampah yang saat diberi pelatihan keterampilan menggunakan bahan tas plastik bekas. Giliran ada even pameran mereka membuat sebanyak-banyaknya produk dengan bahan tas plastik baru yang dibelinya di toko.

“Sebenarnya yang utama dikelola dari kelompok bank sampah adalah 70 persen manusianya. Kalau manusianya sudah menyadari maka pengelolaan sampah itu akan menjadi mudah,” imbuhnya.(SAHLUL/ZAL)

Sumber : bisniskini.com

Jangan lupa share di akun sosmedmu yah..
Terima kasih telah berkunjung ke Gresik 24 Jam.
Facebook Page: Gresik 24 Jam
Instagram: @gresik24jam

Subscribe to receive free email updates: