Puluhan Hektar Lahan Pertanian Di Kecamatan Dukun Gresik Terancam Puso


Gresik24jam - Puluhan hektar tanaman padi di wilayah Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang terdampak banjir luapan air Bengawan Solo terancam mengalami puso (gagal panen, red). Ini akan terjadi, jika banjir tidak segera surut dalam beberapa hari kedepan. Sebab, banjir sudah merendam tanaman padi selama 5 hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, mencatat areal persawahan yang terendam banjir diwilayah Kecamatan Dukun luasnya mencapai puluhan hektar. Yang terparah terjadi di Desa Tiremenggal dengan areal persawahan yang terendam banjir mencapai 30 hektar. Kemudian, Desa Bulangan areal persawahan terendam mencapai 3 hektar.

Terkait hal tersebut, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) wilayah setempat. Meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, untuk memberikan perhatian kepada para petani yang sawahnya terendam banjir. Sebab, sudah dapat dipastikan tanaman padinya bakal mengalami gagal panen.

“Kami berharap Pemkab Gresik tidak diam, dengan kondisi yang dialami petani yang terancam gagal panen akibat banjir ini,” kata, Ketua Gapoktan Kabupaten Gresik, Siswadi kepada Siagaindonesia.com, Jumat (2/3/2018).

“Areal persawahan yang terendam banjur, kebanyakan tanaman padi yang tinggal menunggu waktu panen pada beberapa waktu kedepan ini. Namun, jika sampai beberapa hari kedepan air belum juga surut. Maka, harapan untuk bisa dipanen hanya sekedar harapan,” ujarnya.

Di tambakannya, pihaknya belum bisa menghitung kerugian yang dialami para petani. “Sebetulnya tanaman padi saat ini sudah masuk masa panen. Tapi karena terendam banjir, ya hanya bisa pasrah dan berharap jika banjir surut masih bisa dipanen,” harapnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Agus Joko Waluyo mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pendataan areal persawahan yang terendam banjir. “Terkait banjir yang merendam lahan pertanian diwilayah Gresik utara, tim kami masih melakukan pendataan,” tuturnya.

Dalam musibah ini, kami akan akan bantu para petani terutama yang ikut asuransi. Sebab, kami bakal membantu melakukan klaim jika memang terjadi gagal panen. Sedangkan untuk yang tidak mengikuti asuransi, kami akan mengusulkan bantuan ke Pemprov maupun Pemkab,” ungkapnya.
“Yang jelas kami akan memberikan perhatian kepada para petani yang terdampak banjir,” tandasnya. Zer

Sumber : siagaindonesia.com

Jangan lupa share di akun sosmedmu yah..
Terima kasih telah berkunjung ke Gresik 24 Jam.
Facebook Page: Gresik 24 Jam
Instagram: @gresik24jam

Subscribe to receive free email updates: