Khofifah Indar Parawansa akan Lakukan Pemerataan Tunjangan dan Sebaran Guru Madin

gresik24jam - Khofifah Indar Parawansa akan Lakukan Pemerataan Tunjangan dan Sebaran Guru Madin

Gresik24jam - Permasalahan di dunia pendidikan berbasis pesantren dan madrasah diniyah (madin) kembali terkuak saat Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa silaturahmi ke pimpinan Yayasan Yayasan Miftahul Ulum At Thoyyibah, Kabupaten Pasuruan, Senin (19/3/2018).

Saat berbincang dengan jajaran ibu Nyai yayasan tersebut, Kepala TK Madin dan TPQ Yayasan Miftahul Ulum At Thoyyibah, Chodijah Khoiri, mencurahkan permasalahan yang terjadi di yayasan pendidikan yang memiliki siswa sekitar 180 siswa tersebut.

"Di sini, pengajarnya ustadzah semua. Kerena tidak ada ustad di sini. Semua pengajarnya perempuan," ucapnya.

Begitu juga dengan tenaga kependidikan, tidak ada yang laki-laki. Padahal tenaga kependidikan dan pengajar laki-laki juga diperlukan dalam lembaga pendidikan ini.

Tidak hanya itu, permasalahan yang juga disampaikan adalah tentang tunjangan fungsional atau sertifikasi. Pengajar di sini tidak mendapatkan sertifikasi dengan alasan terkendala linieritas.

"Padahal mereka di sini mengajar lebih dulu baru kuliah dan mengurus sertifikasi," katanya.

Pihaknya berharap ke depan akan ada perhatian lebih pada tunjangan para pengajar madin. Bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) madin juga hanya turun dalam kurun waktu satu tahun sekali, padahal seharusnya Bosda turun tiga bulan sekali.

"Dan untuk infrastruktur sekolah, kami hanya punya empat kelas jadi belajarnya sembari lesehan," ungkapnya.

Mendapatkan rekomendasi dan curhatan dari para pengajar madin, Khofifah mengaku dialog ini akan masuk dalam navigasi program.

"Dari proses dialog ini, ada masukan harapan dan rekomendasi. Pendidikan diniyah, RA, TK, PAUD, harapannya ada secara spesifik pemerataan tunjangan fungsional pada guru, ini akan jadi catatan," kata Khofifah.

"Menyiapkan guru tidak bisa sim salabim. Nanti kita atur agar bisa menjaga stabilitas dan kontinyuitas di lembaga pendidikan berbasis pesantren dan diniyah," tegas pasangan Emil Elestianto Dardak ini.

Sebagia ruang belajar siswa yang masih duduk lesehan juga menurut Khofifah butuh sentuhan perbaikan infrastruktur dan ke depan Bosda Madin juga segera dimeratakan.

Sumber : surabaya.tribunnews.com

Jangan lupa share di akun sosmedmu yah..
Terima kasih telah berkunjung ke Gresik 24 Jam.
Facebook Page: Gresik 24 Jam
Instagram: @gresik24jam

Subscribe to receive free email updates: