Ketika Anak-anak di Gresik Mulai Suka Warisan Budaya Leluhur


Gresik24jam - Seiring perkembangan zaman, banyak warisan budaya leluhur yang akhirnya harus mengakui ‘kalah bersaing’ dengan games maupun gadget, yang banyak dipilih anak muda sekarang.

Banyak anak-anak maupun kaum muda milenial yang mengaggap games di playstation atau gadget lebih menarik dibanding budaya leluhur. Namun anggapan itu tidak berlaku bagi warga Kroman dan Lumpur, Gresik.

Sebab, anak-anak maupun kaum muda di sana, cukup senang bisa terlibat dalam kesenian warisan leluhur,  pencak macan. Salah satunya, Muhammad Arfan Maulana (11), siswa kelas 4 SD.

“Tidak hanya saya sebenarnya, banyak teman lain yang biasa ikut. Tapi kebetulan mereka banyak yang masuk sekolah, sementara saya kebetulan masuk sekolahnya siang,” tutur Arfan saat ditemui di sela menghibur peserta acara Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) PDI-P Gresik, Senin (19/3/2018).

Ia mengaku, rela membagi waktunya karena sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk terlibat dalam agenda tersebut. Apalagi selama ini, ia dan teman-teman seusianya sudah berlatih secara rutin bersama Paguyuban Seni Tradisi Lumpur Gresik (PSTLG).

“Senang saja. Karena di sini bisa belajar tetabuhan dari mas dan bapak-bapaknya. Selain itu, juga bisa melihat para pemain melakukan silat pada saat pementasan,” jelasnya.


Bersama puluhan anak lain di Kelurahan Lumpur, Arfan belajar seni tradisi tersebut setiap Senin, Rabu, dan kadang Jumat malam. Tepatnya latihan di Gapura yang ada di kelurahan tersebut.

“Melihat animo itu, kami sebagai anggota dan mungkin senior menjadi terpanggil untuk mengajarkan kepada anak-anak akan tradisi ini,” ucap salah satu anggota PSTLG, Ismail (34).

Bagi Ismail dan para anggota PSTLG yang lain, kehadiran Arfan dan para anak-anak tersebut dalam beberapa tahun terakhir, memberikan semangat tersendiri bagi mereka dalam melestarikan kesenian budaya warisan leluhur tersebut.

“Sebab kami juga sempat berpikir, kalau bukan mereka siapa lagi nanti yang akan mewarisi tradisi ini,” sambungnya.

Namun, Ismail berharap, kesenian tersebut tidak dijadikan mata pencaharian bagi anak-anak tersebut ketika dewasa. Lantaran pendapatan dari kesenian ini, tidak cukup menjanjikan untuk menghidupi keluarga.

“Kalau saat ini, setiap kali tanggapan (ajakan mentas) itu biasanya kurang lebih Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta. Uang itu, biasa kita bagi untuk semua anggota yang ikut, sekitar 20 orang. Tanggapan itu juga tidak tiap hari, paling-paling ramainya pas musim nikahan saja,” beber Ismail.

Karena itu, para anggota PSTLG memiliki pekerjaan lain yang bisa diandalkan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari nelayan, buruh, hingga pekerja pabrik yang berada di sekitar kelurahan.

“Sebab itu, setiap kali tanggapan belum tentu kami akan tampil dengan komposisi pemain sama, karena menyesuaikan dengan pekerjaan masing-masing,” kata dia.


Sempat vakum
Salah satu anggota PSTLG Abdul Madjid mengatakan kesenian pencak macan merupakan budaya yang diwariskan mendiang Mbah Sindujoyo, sesepuh warga pesisir pantai di Kawasan Gresik kota.

“Dari ungkapan turun-temurun yang saya ketahui, tradisi ini dulunya itu hasil buah karya Mbah Sindujoyo setelah habis bertapa,” ujar salah satu anggota senior PSTLG, Abdul Madjid (57).

Dalam perjalanan waktu, kesenian ini pun sempat mengalami masa vakum sekitar rentang tahun 1965 hingga 1967. Dengan dikatakan oleh Abdul Madjid, pada saat itu tidak sekalipun kesenian pencak macan mendapat kesempatan untuk tampil.

“Saat itu, kondisi politik juga sedang kurang bagus (tidak kondusif). Makanya sepi (vakum), nggak ada yang mengundang. Antara takut dan nggak ada uang,” terangnya.

Namun kini, para pelestari kesenian budaya tersebut dapat kembali tersenyum. Selain kesempatan terbuka lebar, juga karena kesenian itu banyak yang mulai melirik, terutama para generasi muda yang tertarik dengan warisan budaya pencak macan.

“Bagus, asyik lihatnya. Ada macan-macanan dan orangnya beradu silat. Musiknya juga enak didengar,” ungkap Achmad Baihakki (10), salah satu siswa SD yang berkesempatan melihat tontonan pencak macan saat itu.

Sumber : regional.kompas.com

Jangan lupa share di akun sosmedmu yah..
Terima kasih telah berkunjung ke Gresik 24 Jam.
Facebook Page: Gresik 24 Jam
Instagram: @gresik24jam

Subscribe to receive free email updates: