Aktivis Anti Proyek Alun - alun Gresik Galang Dana untuk Perbaikan Pagar Pemkab dengan Cara ini

Aktivis Anti Proyek Alun - alun Gresik Galang Dana untuk Perbaikan Pagar Pemkab dengan Cara ini

Gresik24jam - Massa forum masyarakat peduli cagar budaya Gresik kembali berunjuk rasa. Kali ini dilakukan dengan menggalang dukungan masyarakat dan mengajak masyarakat gemar membaca melalui ‘Perpustakaan Jalanan’ di Pendopo Kabupaten Gresik, Jl KH Wachid Hasyim Gresik.

Massa dari berbagai aliansi organisasi melakukan penggalangan dana di beberapa perempatan jalan di Kota Gresik.

Selain itu, mereka juga menggelar perpustaan berjalan di Pendopo Alun-alun Gresik. Bahkan sebelum menggelar penggalangan massa itu, massa forum masyarakat peduli cagar budaya Gresik berunjuk rasa di depan gedung DPRD Gresik. Namun, tidak ada satupun anggota DPRD Gresik yang menemuinya.

Massa forum masyarakat peduli cagar budaya Gresik terus berunjuk rasa karena menilai proyek revitalisasi Alun-alun Gresik sangat tidak manusiawi dan merusak situs kawasan cagar budaya Gresik.

Yang lebih disesalkan lagi yaitu saat ini proyek yang sudah menelan anggaran Rp 5 miliar lebih ternyata mangkrak.

Massa lebih kecewa lagi ketika berunjuk rasa di Kantor Pemkab Gresik dilaporkan oknum pegawai negeri sipil (PNS) ke Polres Gresik akibat diduga merobohkan pagar hingga menimpa Satpol PP Kabupaten Gresik.

Tiga aktivis yang sampai saat ini menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik yaitu Fajar Rosyidi (23) dari PKL, Rizqi Siswanto (22), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik aktivis PMII dan Abdul Wahab aktivis LSM.

“Kita galang dana untuk perbaikan pagar pemkab Gresik yang rusak akibat diduga dirusak oleh  teman-teman saat berunjuk rasa,” kata Syafiudin, anggota aliansi forum masyarakat peduli cagar budaya Gresik, Selasa (6/3/2018).

Forum masyarakat peduli cagar budaya Gresik sejak awal akan dimulai proyek revitalisasi Alun-alun Gresik sudah ramai menolak. Hingga sampai saat ini proyek tersebut berhenti sejak akhir Desember 2017. Sehingga mangkrak sampai sekarang. 

“Sejak awal kita sudah menolak proyek Alun-alun Gresik yang dikemas dengan Islamic Center, padahal sangat merusak kawasan cagar budaya Gresik yaitu adanya pemugaran Alun-alun yang sangat merugikan masyarakat kecil pencari kehidupan dari Alun-alaun Gresik,” imbuhnya.

 Muslimin, penggerak perpustaan berjalan mengatakan bahwa buku-buku berbagai jenis bacaan itu didapat dari komunitas baca dari berbagai daerah.

“Mereka (Komunitas baca) sadar bahwa proyek revitalisasi Alun-alun Gresik sangat tidak pantas dilakukan sehingga mereka bersedia meramaikan aksi ini. Harapannya agar masyarakat ikut membaca buku-buku bersejarah dan ikut gabung dalam aksi penolakan proyek Alun-alun,” kata Muslimin.

Sumber : surabaya.tribunnews.com

Jangan lupa share di akun sosmedmu yah..
Terima kasih telah berkunjung ke Gresik 24 Jam.
Facebook Page: Gresik 24 Jam
Instagram: @gresik24jam

Subscribe to receive free email updates: