Waspada Gresik Siaga Satu, Empat Kecamatan Diterjang Banjir

Waspada Gresik Siaga Satu, Empat Kecamatan Diterjang Banjir

Gresik24jam - Status wilayah Kabupaten Gresik siaga satu. Pasalnya, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), empat kecamatan tersebut tergenang banjir. 

Keempat kecamatan yang dimaksud adalah Balongpanggang, Benjeng, Bungah, dan Kecamatan Dukun. Banjir yang melanda di empat kecamatan tersebut disebabkan meluapnya Kali Lamong, dan Sungai Bengawan Solo.

"Di daerah Selatan Gresik, tepatnya Kecamatan Balongpanggang, dan Benjeng rata-rata air yang menggenangi jalan desa, maupun areal persawahan dengan ketinggian 20 hingga 40 sentimeter," ujar Kepala BPBD Gresik, Abu Hasan, Sabtu (24/2/2018).

Berdasarkan laporan BPBD Gresik, dua kecamatan yang sudah tergenang air adalah Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang. Dimana jalan desa itu tergenang 10-30 cm hingga 40 sentimeter. Selain itu, sejumlah areal persawahan juga tergenang air setinggi 20 hingga 40 cm. 

Sementara di Kecamatan Benjeng desa yang tergenang air diantaranya Desa Sedapurklagen, Deliksumber, Desa Kedungrukem, Desa Munggugianti, Lundo, dan Bulurejo.

"Dari enam desa tersebut ada 87 rumah di Desa Sedapurklagen tergenang air setinggi 40 hingga 60 cm. Hal yang sama di Pasar Benjeng tepatnya di Desa Bulurejo yang tergenang air setinggi 20 hingga 40 cm. Termasuk diantaranya jalan desa, areal persawahan, sekolahan, Koramil Benjeng, dan Kantor Kecamatan Benjeng tergenang air 20 hingga 40 cm. Termasuk kantor PLN Benjeng yang menyebabkan aliran listrik terputus," tutur Abu Hasan.

Sementara, di daerah Gresik Utara tepatnya di Kecamatan Bungah, dan Dukun juga mengalami hal yang sama. Di Kecamatan Bungah, atau Desa Bungah imbas meluapnya Sungai Bengawan Solo air yang meluap berkisar 15-30 cm. 

Sementara, di Kecamatan Dukun ada lima desa yang tergenang. Diantaranya, Desa Wonokerto ketinggian air 15-20 cm, Desa Bangeran air setinggi 10-15 cm, Desa Bulangan air di ketinggian 15-20 cm, Dukunanyar air mencapai ketinggian 10-15 cm, dan Desa Tiremenggal yang menggenangi areal persawahan seluas 90 hektar, dan jalan desa dengan ketinggian air mencapai 15 cm.

"Tidak menutup kemungkinan beberapa wilayah di selatan, dan utara Gresik yang terdampak banjir bisa meluas. Sebab, banjir yang melanda di dua wilayah tersebut akibat meluapnya Kali Lamong, dan Sungai Bengawan Solo, ditambah intensitas hujan yang cukup tinggi," pungkas Abu. [dny/suf]

Sumber : beritajatim.com

Jangan lupa share di akun sosmedmu yah..
Terima kasih telah berkunjung ke Gresik 24 Jam.
Facebook Page: Gresik 24 Jam
Instagram: @gresik24jam

Subscribe to receive free email updates: