Dalam Rangka 44 Tahun Pemkab, Bupati Permudah Izin, Investasi Berdatangan

Dalam Rangka 44 Tahun Pemkab, Bupati Permudah Izin, Investasi Berdatangan

Gresik24jam - Hari ini Pemerintah Kabupaten Gresik berulang tahun ke-44. Pertumbuhan Kota Gresik tiap tahun terus meningkat. Hingga di era pemerintahan Sambari Qosim, pertumbuhan ekonomi melejit diatas rata-rata Jawa Timur.

KEBERHASILAN bukan sesuatu yang mudah, namun dengan semangat menjadi Gresik lebih baik. Bupati Sambari Halim Radianto tidak kurang-kurang mengajak jajaran birokrasi dan masyarakatnya untuk maju di semua bidang. Hingga akhirnya Gresik menjadi kota jujukan investasi di Jawa Timur.

Ini seiring dengan jumlah investasi yang masuk setiap tahunnya. Bahkan, sepanjang 2017 jumlah investasi yang masuk ke Gresik naik hingga tiga kali lipat jumlahnya. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) adapun investasi Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN) yang direalisasikan sepanjang 2017 jumlahnya mencapai Rp 42.6 triliun. Sementara investasi Perusahaan Modal Asing (PMA) mencapai Rp 7,99 triliun. Sehingga total investasi yang masuk ke Gresik pada 2017 mencapat Rp 50,56 triliun.

Kepala DPM-PTSP, Mulyanto menyebut, jumlah investasi yang masuk ke Gresik sepanjang 2017 naik hingga dua kali lipat dibandingkan 2015. Mantan Kadisnakertrans Gresik itu menyebut tahun 2015 investasi yang masuk hanya Rp 24 triliun sedangkan 2016 mencapai Rp 39 triliun. “Semua ini berkat kemudahan investasi dan berbagai inovasi layanan yang kami lakukan,” ujar Mulyanto.

Disebutkan, investasi bidang industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi masih mendominasi di 2017. Disusul kemudian investasi sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran. Sepanjang 2017 jumlah proyek kategori perumahan, kawasan industri dan perkantoran ada  lebih dari 70 proyek. Nilai investasinya diatas Rp 5 triliun.

“Tingginya investasi perumahan, kawasan industri dan perkantoran ini, menunjukkan kota ini pro bisnis. Khususnya bagi pengusaha properti atau pengembang. Sehingga, kondisi ini ikut meningkatkan harga satuan lahan di Gresik,” katanya.

Di sektor kawasan industri, saat ini tercatat ada tujuh lokasi yang sudah ditempati dan populer di mata pemodal. Diantaranya, Kawasan Industri Gresik (KIG), Kawasan Industri Maspion (KIM), Kawasan Industri Sidayu (KIS), Kawasan Industri Polowijo Gisari Grup, dan Wotanindo Industrial Estate.

“Disamping itu Gresik juga ditopang jalur laut yang kuat. Bahkan tidak sedikit perusahaan yang memiliki pelabuhan mandiri,”katanya.

Ditempat terpisah, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik memprediksi pada tahun 2018 pertumbuhan industri di Kabupaten Gresik mencapai 20 persen.

Ketua Dewan Komisariat Kota (DPK), Tri Andhi Suprihartono mengatakan, peluang bertumbuhnya investasi bukan tanpa alasan, hal itu karena banyak investor yang menganggap Gresik adalah kota tujuan investasi dengan banyaknya fasilitas yang memadai.

“Segala kebutuhan industri ada disini, seperti akses jalan, pelabuhan, listrik dan gas ada disini. Sehingga kedepan tentu investor yang masuk akan semakin banyak,” ujarnya.

Di sisi lain, Apindo juga meminta Pemkab Gresik kedepan mempertimbangkan kemampuan pengusaha yang berbeda-beda dalam memberi upah. Ini dalam rangka agar iklim investasi di Gresik kondusif.

“Kedepan kami berharap ada upah cluster yang disesuaikan dengan kemampuan perusahaan," katanya.

Andi juga menyambut positif masuknya investor ke Gresik. Minimal, pemodal telah ikut menciptakan lapangan kerja baru.

“Untuk pemkab, pendapatan berasal dari retribusi izin. Pendapatan pemkab bakal bertambah setelah kecipratan dana pungutan pajak. Sebab, perusahaan harus menyetor pajak penghasilan secara rutin. Belum lagi kalau industri hendak menambah proyek. Retribusi izin naik berlipat,”tandasnya. (fir/ris)

Sumber : JawaPos.com

Jangan lupa share di akun sosmedmu yah..
Terima kasih telah berkunjung ke Gresik 24 Jam.
Facebook Page: Gresik 24 Jam
Instagram: @gresik24jam

Subscribe to receive free email updates: