Meskipun Stok Melimpah, Harga Beras di Gresik Tetap Naik

gresik24jam - Meskipun Stok Melimpah, Harga Beras di Gresik Tetap Naik

Gresik24jam - Harga kebutuhan pokok di Gresik terus naik, terutama harga beras dan cabai rawit ikut pedas. Akhirnya, para pedagang nasi memilih beras yang lebih murah.

Sepeti yang disampaikan pedagang di Pasar Baru Gresik Jl Gubernur Suryo Gresik mengatakan bahwa harga beras mulai Rp 10.000 Perkilogram naik menjadi Rp 12.000 sedangkan harga beras Rp 13.000 perkilogram naik menjadi Rp 14.000 perkilogram.


"Rata-rata beras yang murah itu naik dua ribu rupiah. Sedangkan beras yang sudah mahal, hanya naik seribu rupiah. Mungkin hanya permainan pengusaha saja. Beras yang murah dinaikan, sedangkan beras yang mahal hanya naik sedikit," kata penjaga toko Djakiah, Kamis (18/1/2018).

Harga lainnya yang ikut naik adalah cabai rawit Rp 30.000 sampai 35.000 perkilogram, termasuk cabai keriting naik menjadi Rp 45.000 perkilogram.

"Sekarang ini semuanya mulai naik," katanya usai melayani pembeli.


Sedangkan harga kebutuhan pokok yang cenderung naik dan turun yaitu harga telur leghorn yang sebelumnya mencapai Rp 25.000 sekarang turun menjadi Rp 21.000. Begitu juga dengan harga gula pasir masih stabil sekitar Rp 11.000.

"Untuk minyak goreng curah naik turun sekitar Rp 11.000 sampai Rp 11.500 perkilogram," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Usaha Kecil menengah (Diskoperindag dan UKM) Kabupaten Gresik Agus Budiono mengatakan bahwa tidak ada kenaikan harga beras.


"Di Gresik tidak terlalu signifikan naik untuk harga beras tapi dalam kondisi wajar aja. Kita sudah operasi pasar dengan Bulog menjual beras seharga Rp 8.100 perkilogram. Yang jelas harga beras masih terkendali," kata Agus.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Agus Waluyo, bahwa saat ini stok beras sebesar 150.000 ton, dari total produksi beras mencapai 6,7 juta ton pada tahun 2017.

"Sampai akhir Desember 2017 kita surplus 150 ribu ton beras, itu kalau dimakan 1,3 juta penduduk Gresik masih bisa hingga 10 bulan ke depan," kata Agus, saat menghadiri panen raya padi pertama tahun 2018 yang diselenggarakan Danrem 084/Bhaskara Jaya beserta Forkopimda Kabupaten Gresik di desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Rabu (17/1/2018).


Menurut Agus, produksi beras petani di wilayah Kabupaten Gresik dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan, dari tahun 2016 sebanyak 6,3 juta ton, tahun 2017 sebanyak 6,7 ton, diprediksi musim panen raya padi dua bulan ke depan akan menambah jumlah stok beras di Kabupaten gresik.

"Gresik tidak takut kekurangan pangan, kalau Gresik surplus, Jawa Timur surplus saya kira tidak butuh impor," imbuhnya.

Sumber : surabaya.tribunnews.com
http://surabaya.tribunnews.com/2018/01/18/stok-melimpah-harga-beras-di-gresik-tetap-naik

Jangan lupa share di akun sosmedmu yah..
Terima kasih telah berkunjung ke Gresik 24 Jam.
Facebook Page: Gresik 24 Jam
Instagram: @gresik24jam

Subscribe to receive free email updates: