Inilah Obat Tetes Mata yang Dapat Menyembuhkan Katarak Tanpa Perlu Operasi

gresik24jam - mata katarak

Gresik24jam - Katarak adalah penyebab utama kebutaan di seluruh dunia. Satu-satunya solusi bagi mereka yang terkena penyakit katarak adalah operasi, suatu prosedur mahal yang belum banyak tersedia di negara berkembang. Tapi sepertinya kita belum terlalu jauh untuk mengubah takdir tersebut, karena sebuah penelitian saat ini sedang berusaha untuk menemukan cara yang lebih sederhana untuk pengobatan katarak, yaitu dengan menggunakan obat tetes mata sebagai alternatif, sebuah potensi yang menawarkan pengobatan praktis untuk 20 juta atau lebih orang yang terkena katarak di seluruh dunia.

Katarak, atau lensa berkabut, muncul ketika protein lensa yang disebut crystallins mulai bercampur dalam konformasi yang salah dan mengalami penggumpalan. Crystallins, yang merupakan sebuah konstituen utama dari lensa sel berserat, biasanya membantu untuk menjaga lensa agar tetap transparan dengan cara mencegah penggumpalan protein yang dapat menghalangi masuknya cahaya ke mata. Crystallins bertindak sebagai molekul "pendamping" yang menjaga tingkat kelarutan protein pada lensa mata.

Seiring bertambahnya usia, protein crystallin ini dapat menjadi rusak dan akibatnya akan menggumpal menjadi serat seperti apa yang kita lihat pada otak orang-orang yang terkena Alzheimer. Lebih parahnya lagi, kumpulan protein ini akan jauh lebih stabil dari bentuk normalnya, dan karena kita berhenti memproduksi crystallin semenjak dilahirkan, secara fungsional pembentukan protein ini dapat mengganggu kesehatan mata kita.

Dengan berbekal pengetahuan tersebut, para penulis dari penelitian yang dipublikasikan di Science kemudian melakukan perburuan terhadap suatu senyawa obat yang dapat bertindak sebagai “pharmaceutical chaperones,” yaitu molekul yang dapat menempel dan menstabilkan keadaan alami protein. Secara khusus, mereka menginginkan sebuah bahan kimia selektif yang mampu mempertahankan bentuk cair dari protein crystallin dan dengan demikian dapat mencegah protein ini mengalami penggumpalan.

Terdapat sebuah informasi inti yang membantu pencarian ini, yaitu titik leleh crystallins meningkat ketika protein ini berkumpul. Para peneliti menelaah ribuan molekul dengan menggunakan teknik high-throughput yang pada dasarnya menyebabkan protein berpendar ketika titik lelehnya tercapai, untuk mencari bahan kimia yang dapat menyatu ke dalam rentang crystallins normal. Akhirnya, mereka menemukan suatu kelompok senyawa yang sama seperti senyawa yang telah diidentifikasi pada awal tahun ini dan para ilmuwan juga menduga bahwa senyawa ini cukup menjanjikan untuk dapat mengobati katarak.

Molekul tersebut, yang sampai saat ini diberi nama “chemical 21”, dapat melarutkan gumpalan yang telah terbentuk dan juga membantu mencegah gumpalan ini untuk terbentuk lagi. Saat diuji coba pada hewan, mereka mengujinya pada tikus yang secara genetik telah mengidap katarak, sama seperti manusia yang memiliki katarak turun-temurun yang disebabkan oleh mutasi gen, dan juga pada tikus tua dengan katarak yang disebabkan karena usia. Diaplikasikan dalam bentuk obat tetes mata, bahan kimia ini berhasil mengurangi tingkat kekeruhan pada lensa mata, sebuah hasil yang sama seperti yang kita lihat pada operasi lensa mata pada pasien katarak.

gresik24jam - mata katarak
Operasi pada pasien katarak

Namun, sebelum kita dapat mengatakan bahwa penemuan ini berhasil, tes yang telah dilakukan tersebut masih belum dapat membuktikan apakah pandangan hewan tersebut menjadi membaik atau tidak, namun hanya tingkat transparansinya saja yang meningkat. Oleh karena itu, tes lebih lanjut sangat diperlukan, demi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Tidak hanya itu, adanya kesamaan penggumpalan crystallin pada katarak dan penggumpalan yang ditemukan pada otak penderita Alzheimer dan pasien Parkinson telah menunjukkan adanya kemungkinan untuk menggunakan senyawa ini pada beberapa penyakit lain selain katarak.

Karya ini merupakan hasil kolaborasi antara University of California, San Francisco, University of Michigan, dan Washington University di St Louis. Sumber : Bagi Kertas

Jangan lupa share di akun sosmedmu yah..
Terima kasih telah berkunjung ke Gresik 24 Jam.
Facebook Page: Gresik 24 Jam
Instagram: @gresik24jam

Subscribe to receive free email updates: